Data, Informasi dan Knowledge

1 Nov

Sebelum kita berdiskusi lanjut mengenai knowledge management, alangkah baiknya kita membicarakan bagian dasar dari topik ini, yaitu data, informasi dan knowledge. Jika anda seseorang dengan latar belakang pendidikan dibidang komputer maka saya yakin anda sudah cukup familiar dengen istilah data dan informasi, tetapi istilah knowledge mungkin saja tidak mendapatcukup perhatian. Ok, mari kita lihat apa perbedaan diantara ketiganya.

Data, dapat berasal dari hasil pengamatan, perhitungan, pengumpulan, misalnya jika berkaitan dengan perdagangan adalah nama barang, harga barang, jenis barang, type barang dan sebagainya. Sedangkan informasi adalah hasil dari proses/ manipulasi data misal suatu  jenis barang dihitung jumlah penjualannya sehingga didapat informasi jumlah penjualan barang pada waktu tertentu contoh yang lain adalah  penjualan barang tertentu di bandingkan dari tahun-ketahun untuk dilihat trend penjualannya. Bagaimana dengan knowledge, dari sekian banyak literatur yang membahas pengertian knowledge dapat kita lihat persamaan presepsi dari definisi tentang knowledge sebagai berikut knolwedge berkaitan dengan informasi yang diperoleh oleh seseorang yeng kemudian diproses dalam pemikirannya berdasarkan pengalaman yang ia miliki, nilai yang ia percaya, pengetahuan yang telah dimilikinya, interprestasinya terhadap informasi, dan ia menggunakannya untuk mengambil keputusan dalam sebuah tindakan atau aksi. Berkaitan dengan data barang dan informasi penjualan maka contoh knowledge misalnya menggunakan informasi tersebut untuk memahani perilaku konsumen dalam berbelanja barang dan mebuat keputusan barang mana saja yang akan ditingkatkan produksinya dan barang yang mana yang perlu dikurangi untuk dijual kepasar.

Nonaka membuat 2 kategori knowledge, yaitu Tacit dan Explicit Knowledge. Kita akan bahas kembali diwaktu berikutnya…

 

Knowledge Sebagai Keunggulan Kompetitif Sebuah Organisasi

28 Oct

Knowledge Management telah mennjadi topik yang mendapatkan perhatian besar oleh para praktisi dan akademisi dalam satu dekade ini.  Dalam tulisan-tulisan saya saat ini dan sterusnya Isitlah “Knowledge Management” dan istilah-istilah yang sudah umum dibidang ini, tidak saya terjemahkan dalam bahasa indonesia, dalam hemat saya ini akan membantu kita lebih akrab dan mudah memahami istilah-istilah yang biasa dipakai dalam bidang ini.

Walaupun knowledge management telah secara luas diimplementasikan oleh berbagai organisasi barat, eropa dan jepang, namun ditanah air implementasi dan isu knowledge management sendiri merupakan sesuatu hal yang baru. Saat ini sudah cukup banyak organisasi, perusahaan, lembaga pemerintah yang telah mengadopsi knowledge management.

Beberapa perusahaan di indonesia yang telah mengadopsi knowledge management adalah Unilever Indonesia, Bank CIMB Niaga, Bank Central Asia, Wijaya Karya dan lain-lain. Sedangkan Bank Indonesia adalah lembaga pemerintahan pertama yang telah mengadopsi knowledge management di dalam aktivitas organisasinya. Di perguruan tinggi Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia adalah pelopor implementasi knowledge management pada organisasinya.

Di jepang kita bisa saksikan bagaimana Honda, Canon, Fuji, mampu menjadi perusahaan dengan mengahsilakn produk yang inovatif yang laku dipasaran dengan menggunakan knowlegde management sebagai strtaegy terdepannya.  Kita juga ingat bagaimana Nortel (Perusahaan telekomunikasi asal Canada) yang pada masa jayanya, berhasil menjadi pemimpin di bidang telekomunikasi lewat transfromasi proses bisnisnya, sehingga mampu meningkatkan jumlah inovasi adalam produk-produknya yang juga sangat fenomenal.

Kenapa knowledge management dapat menjadi sebuah kekuatan besar yang mampu mendorong dan mentransformasi berbagai organisasi dan perusahaan didunia dan tanah air menjadi lebih baik?? Pastinya knowledge management menjanjikan sesuatu yang dapat menjadi modal bagi organisasi untuk bersaing dan berinovasi lebih baik.

Pada tulisan berikutnya kita akan berdiskusi lebih lanjut, mengupas knowledge management satu persatu, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

 

Green Computing

4 Jun

Saat  terjadi global warming yang menyebabkan munculnya potensi bencana alam dan terjadi secara global, Teknologi Informasi/Komputer  menjadi sorotan baru dalam hal masalah lingkungan ini. Fakta tersebut menandakan bahwa Teknologi Informasi (IT) dianggap tidak hanya sebagai sebuah solusi tetapi sekaligus masalah dalam keberlangsungan lingkungan. Ketika dunia usaha dan pemerintah mencoba untuk menyeimbangkan antara pembangunan dengan resikoyang diakibatkannya terhadap lingkungan, para profesional IT terpanggil untuk membuat IT sistem dan para karyawan untuk menggunakan IT dengan cara yang lebih inovatif untuk sehingga mampu mengurangi masalah-masalah lingkungan akibat penggunaan Teknologi Informasi/ Komputer.

Kepedulian akan lingkungan akibat dampak pemanfaatan IT memunculkan sebuah fenomema baru dalam dunia IT, yang dikenal dengan isitilah green computing/green IT.   Cikal bakal Green Computing dimulai pada tahun 1992. Saat itu US Environmental Protection Agency merelease program Energy Star, (masih ingat Acer 33D monitor yang ada stiker plastik dilayar CRT?) yaitu program promosi dan penghargaan bagi penerap efisiensi energi pada teknologi monitor, pengontrol iklim, dan teknologi lain. Istilah Green Computing muncul dengan booming-nya Energy Star ini, khususnya merujuk ke bagaimana kita bisa efisien dalam konsumsi energi pada penggunaan produk computing.

Lima kata kunci yang muncul dari beberapa definisi di atas adalah, sustainability, environmental friendly, energi efficient, resource efficient dan reduce useless work. Ternyata Green Computing tidak hanya membahas tentang energy consumption, tapi juga bagaimana kita bisa menggunakan komputer plus berbagai tool dan konten dengan lebih efisien dan jelas manfaatnya.

Green IT, yang juga dikenal dengan istilah green computing, didefinisikan sebagai studi dan penerapan mulai dari tahap  mendesain, memproduksi, dan menggunakan perangkat keras komputer, perangkat lunak , dan system komunikasi secara efesien dan efektif dengan meniadakan atau meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Green IT termasuk juga dalam bagaimana penggunaan IT untuk mendukung, membantu, dan mempengaruhi inisiatif yang berhubungan dengan lingkungan dan membantu menciptakan kepedulian terhadap lingkungan.

Dampak Lingkungan 

Saat terjadi ledakan penggunaan IT diseluruh area kegiatan manusia, IT menawarkan keuntungan yang besar dan kenyamanan dan mentransformasi dunia usaha dan masyarakat,  tetapi IT juga ternyata memberikan kontribusi dalam masalah lingkungan. Sangat disayangkan, kenyataaan ini  tidak disadari  sebagian besar orang termasuk professional IT. Padahal sebagian besar permasalahan yang muncul berkaitan dengan perilaku (attitude)  dari manusia yang menggunakan IT.

IT mempengaruhi lingkungan kita dengan beberapa cara yang berbeda. Setiap tahap dalam daur hidup komputer dimulai dari tahap produksi,  penggunaan ke penyelesaian memberikan dampak bagi lingkungan. Perakitan komputer dan berbagai komponen elektronik dan non elektronik mengkonsumsi listrik, bahan baku, bahan kimia, dan air, dan menghasilkan pembuangan yang berbahaya. Semua itu berdampak yang kurang baik pada lingkungan.

Secara umum, total konsumsi energi listrik pada data center, server, dan komputer terus menerus meningkat. Peningkatkan konsumsi energi menyebabkan peningkatan pada emisi gas rumah kaca yang paling besar dihasilkan oleh pembakaran batu bara, minyak bumi atau gas. Tidak terhitung komputer tua dan barang elektronik lainnya, yang mengandung bahan beracun dan dibuang setelah beberapa tahun dibeli telah memenuhi tempat pembuangan sampah,tentunya tumpukan zat berbahya ini akan mengotori bumi dan mengkontaminasi air yang ada disekitarnya.

Penambahan jumlah penggunaan komputer dan seringnya penggantian komputer dengan produksi terbaru juga membuat dampak  terhadap lingkungan dan telah menjadi perhatian utama. Konsekuensinya adalah meningkatnya desakan bagi kita untuk membuat IT lebih bersahabat terhadap lingkungan.

(bersambung)

Sumber : Making IT Green, San Murugesan, Adjunct Prof at University of Western Sydney dan sumber-sumber lainnya

Situs E-learning Program Pascasarjana STIKOM

11 May

Internet membuka peluang bagi tersedianya sumber pembelajaran yang dapat diakses oleh setiap orang dimanapun dia berada. Hal ini memberikan manfaat yang besar bagi institusi pendidikan dan peserta didiknya untuk dapat mengambil manfaat dengan adanya internet. E-learning Program Pascasarjana STIKOM Dinamika bangsa diharapkan dapat menjadi sarana bagi terselenggaranya kegiatan belajar mengajar yang dapat menoptimalkan fungsi internet dalam perkuliahan.

E-learning ini masih dalam tahap pengembangan, dan senantiasa akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan. Harapan kami mudah-mudahan bermanfaat bagi civitas akademika di Program Pascasarjana Stikom.

Alamat situs sementara :

E-learning Pascasarjana STIKOM

Situs Program Pascasarjana STIKOM Dinamika Bangsa

11 May

Alhamdulillah situs program pascasarjana telah selesai, berbagai informasi mengenai program pascasarjana STIKOM Dinamika Bangsa dapat diakses di situs ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Alamat situsnya adalah sebagai berikut :

www.stikom-db.ac.id/msi

Survey Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Layanan Internet di Warnet Jambi

30 Nov

Survey ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang bagaimana perilaku masyarakat dalam memanfaatkan layanan internet pada warung internet. Kami mengharapkan partisipasi dari teman-teman untuk dapat mengisi kuesioner pada survey ini, atas kesediaan dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Ikut Survey klik disini : Survey

Meningkatkan Kinerja Layanan IT Melalui Transformasi Organisasi

19 Nov

Implementasi teknologi informasi (TI) adalah suatu bentuk perubahan di dalam perusahaan atau organisasi. Dengan begitu, kita tidak bisa memisahkan persoalan teknis, yang terkait dengan TI, dengan persoalan non-teknis, seperti manajemen perubahan. Hal ini harus dipikirkan dan dicarikan solusinya secara komprehensif demi kesuksesan implementasi TI tersebut.

Dalam organisasi bisnis, tujuan dari implementasi IT adalah untuk meningkatkan kinerja layanan dari bisnis tersebut tentunya. Karena itu setipa organisasi bisnis sudah pasti akan terus berupaya untuk meningkatkan layanan bisnisnya melalui peningkatan layanan IT.

Salah satu model peningkatan kualitas layanan TI dalam sebuah organisasi adalah CSI (Contiual Service Improvement). Dalam implementasi CSI disebutkan bahwa untuk meningkatkan layanan IT maka tidak dapat dilakukan pada satu sapek saja meliankan pada keseluruhan aspek dalam organisasi, sehingga organisasi tersebut perlu mentransformasi diri untuk meningkatkan layanannya.

Mengapa Meningkatkan Kualitas Layanan IT memerlukan Tranformasi Organisasi ?

Ketika kita memulai untuk mengimplementasikan CSI, pahamilah bahwa focus pada satu peningkatan proses layanan saja selalu tidak cukup karena sebagian besar proses dipengaruhi oleh dan sering tertanam dalam bagian lain dari organisasi.

Peningkatan kinerja layanan biasanya merupakan hasil perubahan dari organisasi, dan perubahan sering merupakan tantangan yang besar bagi sebuah organisasi. Secara natural, manusia bereaksi untuk menolak terhadap perubahan dengan resistensi. Untuk meningkatkan kemungkinan pencapaian hasil yang diinginkan, pertimbangkanlah untuk menggunakan pendekatan “organization change” oleh John Kotter dari Harvard Bussiness School.

Hambatan dalam perubahan Organisasi

Namun, perubahan organisasional bukanlah hal yang mudah dilakukan. Ada banyak kendala yang bisa menghadang dan memacetkan program-program perubahan. Sejumlah kendala yang ditengarai oleh George dan Jones (2002:645-646) adalah: (1) kendala-kendala sistem keorganisasian dan kekuasaan, (2) perbedaan-perbedaan dalam orientasi fungsional dan struktur organisasi yang mekanistik, (3) kelembaman (inertia) kultur organisasi, (4) norma dan kohesivitas  kelompok, (5) pemikiran kelompok (group think) dan kendala-kendala individual, seperti ketidaksiapan yang mengakibatkan rasa  ketidakpastian, kekhawatiran, ketidakamanan, persepsi selektif, dan retensi kebiasaan

Berikan Perhatian khusus terhadap perubahan organisasi.

Agar CSI berjalan dengan sukses, kita perlu menuju “softer aspect” dari perubahan organisasi. Perhatikan dengan seksama hal berikut, terutama karena layanan dalam CSI membutuhkan bekerjanya fungsi-fungsi yang berbeda dalam organisasi dengan cara yang baru.

Aspek dalam perubahan organisasi meliputi

  1. mengatasi resistansi dalam perubahan
  2. Mendapatkan komitmen dari partisipan
  3. Menberdayakan
  4. Memotivasi dan melibatkan partisipan
  5. Mentapkan komunikasi yang efektif

Transformasi Organisasi

Model manajemen perubahan yang sangat baik diartikulasikan oleh John P. Kotter dengan delapan langkah manajemen perubahan seperti yang diungkapkan dalam bukunya yang berjudul “Leading Change” pada tahun 1996.

Change Management oleh Kotter

Kotter mengungkapkan delapan langkah perubahan, yaitu (1) membangun situasi perlunya perubahan, (2) membangun koalisi atau kelompok kerja untuk perubahan, (3) membangun visi dan strategi untuk perubahan, (4) mengomunikasikan visi perubahan ke semua pihak di dalam perusahaan atau organisasi, (5) melakukan perubahan melalui pemberdayaan, (6) menciptakan kemenangan atau hasil baik jangka pendek, (7) melakukan konsolidasi dan melanjutkan perubahan yang diperlukan, dan (8) menanamkan pendekatan-pendekatan baru tersebut dalam budaya kerja.

Lebih lanjut, Kotter mengungkapkan setidaknya ada tiga kemampuan yang dibutuhkan pemimpin perubahan, yaitu (1) kemampuan mendiagnosa kemungkinan-kemungkinan penolakan perubahan, (2) kemampuan menangani semua bentuk penolakan yang ada, serta (3) kemampuan memilih strategi untuk melakukan perubahan.

Demikianlah, ditengah semakin meningkatkan tuntutan pelanggan akan kinerja layanan sebuah organisasi, maka organisasi untuk tetap eksis perlu mentetapkan dan melaksnankan strategi yang tepat serta berkomitemen tinggi untuk meningkatkan kualitas layanannya agar tetap eksis ditengah persaingan yang ada.

Sumber : dari berbagai sumber

Enam Langkah Meningkatkan Layanan IT

18 Nov

Seperti organisasi yang melayani pelanggan pada umumnya, anda memiliki sumberdaya yang anda kelola. Akan tetapi, anda menciptkan nilai bagi pelanggan hanya pada saat anda mampu mentransformasi sumberdaya tersebut kesesuatu yang berguna bagi bisnis. Proses ini persisnya yang manajemen layanan perjuangkan untuk tercapai.

ITIL mendefinisikan manajemen layanan sebagai “Seperangkat kemampuan special organisasi untuk menyediakan nilai bagi pelanggan dalam bentuk pelayanan.”

ITIL mendefinisikan layanan sebagai “Sebuah cara untuk menyampaikan nilai ke pelanggan dengan menfasilitasi hasil yang ingin didapat  pelanggan tanpa melalui biaya dan risiko yang spesifik.”

Agar sebuah layanan dapat disajikan secara efektif, organisasi IT memiliki fungsi dan proses-proses. CSI (Continual Service Improvement) menempatkan fokus utamanya pada peningkatkan kinerja proses.

Pentingnya CSI

Tujuan dari CSI adalah untuk meningkatkan penyampaian layanan IT dengan mengambil langkah dalam mengevaluasi dan memenuhi kebutuhan bisnis yang berubah. CSI adalah proses yang interaktif, yang menambah nilai tambah dari setiap iterasi. CSI objektif ternasuk meningkatkan kualitas pada setiap tahapan dari manajemen layanan, sambil memantain kepuasan pelanggan. Cakupan dari CSI meliputi tiga topic utama : IT service management (ITSM) sehat secara umum, keselarasan pada layanan IT dan kebutuhan bisnis hari ini, dan masa yang akan datang dan proses kematangan pada setiap daur hidup layanan.

Enam Langkah untuk Peningkatan Layanan

Kesuluruhan ide dari CSI adalah peningkatan kinerja tersebut seharusnya adalah tujuan yang konstan, sehingga IT selalu memaksimalkan nilai untuk kegiatan bisnis.  Salah satu cara untuk memastikan hal tersebut adalah dengan mengikuti sebuah model yang menggerakan proses panjang dalam aturan yang terorganisasi. Gambar 2 mengilustrasikan enam langkah ITIL untuk peningkatan. Mereka termasuk : mendefinisikan visi,  menetapkan baseline, pemasangan target, membuat perencanaan, mengukur perkembangan, dan menambahkan hal-hal perubahan yang dibutuhkan.

Gambar : Enam langkah untuk meningkatkan kinerja layanan IT

Sumber : BMC Sofware

Lowongan Tenaga Administrasi di Program Pascasarjana STIKOM Dinamika bangsa

18 Nov

Program Pascasarjana STIKOM Dinamika Bangsa memberikan kesempatan kepada alumni STIKOM Dinamika Bangsa untuk bergabung bersama kami sebagai tenaga administrasi dengan kriteria, sebagai berikut :

  1. Pria atau wanita (bagi wanita lebih disenangi yang belum menikah)
  2. Lulusan S1, dengan program studi Sistem informasi, Teknik Informatika, Sistem Komputer, dengan IPK minimal 3,00.
  3. Umur tidak lebih dari 25 tahun.
  4. Bagi wanita bersedia untuk tidak menikah selama dalam masa ikatan dinas.
  5. Lebih diutamakan bagi yang menguasai pemograman berbasis web dan basis data.

Lamaran paling lambat diserahkan pada hari rabu, 25 November 2009 dan ditujukan ke

Ketua STIKOM Dinamika Bangsa

CQ Ketua Program Pascasarjana STIKOM Dinamika Bangsa

Alamat :

Gedung B STIKOM Dinamika bangsa

Jl. Jend. Sudirman, Thehok, Jambi 36138

Meningkatkan Layanan IT Berkelanjutan (Continual Service Improvement)

14 Nov

Sebagai Tuntutan dari bisnis dan ketergantungannya terhadap layanan IT yang terus berkembang dengan cepat, menjadi vital bagi sebuah organisasi untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan layanan IT dan manajemen proses layanan IT yang menyediakan layanan IT tersebut. Sebuah praktek prokatif peningkatan manajemen layanan secara formal (Continual Service Improvement/ CSI) dibutuhkan untuk memenuhi dan mencapai formulasi layanan yang telah disepakati.

Mengimplementasikan CSI adalah menanamkan perilaku yang baik dan mengarahkan kebiasaan yang baik sampai hal tersebut menjadi cara hidup sehari-sehari. Penyedia layanan IT harus mengembangkang budaya pengukuran yang secara berkelanjutan menguji nilai, kualitas, performan, dan memenuhi layanan sesuai portofolio dan mengimplementasikan inisiatif yang memungkinan terpenuhinya kebutuhan bisnis.

Berikut adalah fakta yang benar :

  • Sesuatu yang tidak dapat didefinisikan tidak akan dapat dikontrol
  • Sesuatu yang tidak dapat dikontrol tidak akan dapat diukur
  • Sesuatu yang tidak dapat diukur maka tidak akan dapat diperbaiki

Selama bertahun-tahun keselarasan antara IT/Bisnis telah menjadi mantra dari kesuksesan manajemen pelayana IT; walaupun secara definisi, aksi untuk menyelaraskan membutuhkan dua entitas yang terpisah dengan tujuan dan objektif  yang terpisah yang juga harus diselaraskan.

Pada lingkungan yang kompleks saat ini, menjadi lebih sulit menentukan perbedaan antara layanan IT dan layanan bisnis. Sebagai garis yang kabur, melihat dari keselarasan saja tidaklah jadi cukup; IT harus menjadi bagian yang terintegarsi dengan bisnis. Tidak akan dapat lagi ada organisasi yang terpisah dengan tujuan dan objektif yang berbeda tetapi lebih kepada fungsi operasi bisnis yang terintegrasi karena berfungsinya layanan IT.

Jadi kapan sebaiknya perbaikan dilakukan ? salah satu prinsip kunci dari buku CSI menyebutkan kesempatan untuk perbaikan dapat ditemukan pada setiap tahapan dari daur hidup sebuah layanan. Tidak perlu menunggu sampai sebuah layanan selesai dan dimulainya operasi untuk kegiatan perbaikan. Ukurlah sekarang dan perbaikilah saat ini juga.

itsm-itilv3-processes

Gambar diatas mengilustrasikan daur hidup layanan.

Berikut penjelasannya :

  1. Pada tahapan pertama dari manajemen layanan adalah strategi layanan (service strategy), mencakup mendesain tujuan, mengembangkan dan mengimplementasikan manajemen pelayanan baik sebagai kapabilitas organisasi maupun sebagai aset startegik.
  2. Tahapan kedua desain layanan (service design), tahapan ini focus pada memastikan bahwa layanan IT yang ditawarkan kepada bisnis memenuhi ojektifitas dari bisnis tersebut.
  3. Tahapan ketiga transisi layanan (service transition), tahapan ini focus pada menciptakan jalan yang lancer/ luwes dari mulai tahapan desain dan pengembangan sampai ke operasi.
  4. Tahapan terakhir adalah operasi layanan (service operation), pada tahapan ini dilakukan usaha yang keras agar operasi prioritas dapat di kelola dengan efektif, seperti ketersediaan layanan IT untuk bisnis, optimalisasi penggunaan infrastruktur yang tersedia; menyelesaikan isu; dan mengontrol kebutuhan dari layanan.

Menempatkan program CSI akan dapat memperoleh manfaat yang optimal dari infrastuktur IT yang anda miliki. Carilah cara untuk dapat membuat infrastuktur IT lebih efesien, menguntungkan, cost-efektif sehingga IT dapat memberikan nilai bagi bisnis anda. Dan ingatlah, CSI seharusnya menjadi bagian dari setiap tahapan daur hidup layanan yang anda lakukan.

Sumber :

-          www.best-management-practice.com

-          www.bmc.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.